RAKYATMERAHPUTIH – Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, tak ingin sekadar menjadi tempat transaksi biasa. Gedung yang kini rampung 100 persen itu disiapkan menjadi pusat penampungan hasil bumi dan produk kerajinan masyarakat.
Komandan Kodim 0407/Kota Bengkulu, Letkol Inf. Edi Wibowo, menegaskan pentingnya peran koperasi dalam menjaga perputaran ekonomi tetap berada di desa.
“Koperasi tidak hanya tempat jual beli. Harus menjadi wadah penampung hasil bumi dan kerajinan warga agar ekonomi desa terus bergerak,” ujarnya.
Menurut Edi, jika hasil pertanian bisa dihimpun dan dipasarkan melalui koperasi, nilai tambah akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia juga mengingatkan pengurus koperasi agar mengelola unit usaha dengan inovasi.
“Pengelolaan harus kreatif. Jangan pasif. Manfaatkan gedung yang sudah dibangun ini secara maksimal,” katanya.
Kepala Desa Pondok Kelapa, Alamsyah, menyatakan optimisme besar terhadap masa depan koperasi tersebut.
“Gedung sudah selesai dibangun. Sekarang saatnya kita fokus pada pengelolaan. Kami berharap segera dilakukan serah terima agar koperasi bisa beroperasi,” ungkapnya.
Menurutnya, koperasi ini adalah fasilitas ekonomi baru yang sangat dinanti warga. Dengan sarana yang representatif, pengelolaan usaha bisa lebih tertata.
Kehadiran KDKMP diharapkan mempercepat pembangunan desa, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jika koperasi berjalan efektif, bukan tidak mungkin Pondok Kelapa menjadi contoh desa mandiri secara ekonomi di Bengkulu Tengah.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, Koperasi Merah Putih Pondok Kelapa kini siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









