BENGKULU – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bengkulu mulai bangkit setelah sempat mengalami masa vakum dan kepengurusannya dikendalikan melalui karateker dari pusat. Kini, organisasi yang menaungi pelaku usaha hotel dan restoran tersebut bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI untuk memilih kepengurusan baru periode 2026–2031.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua BPD PHRI Bengkulu, Tajri Rachman, mengatakan Musda menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali organisasi sekaligus memperkuat peran PHRI dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Menurut Tajri, rapat bersama anggota hotel dan restoran yang digelar pada Kamis (4/6/2026) menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk jadwal penjaringan bakal calon ketua umum dan pelaksanaan Musda.
“Alhamdulillah, hari ini kami sudah mencapai beberapa kesepakatan penting. Ini menjadi langkah awal untuk mengaktifkan kembali PHRI Bengkulu agar semakin solid dan bermanfaat bagi anggota maupun daerah,” kata Tajri.
Penjaringan bakal calon Ketua BPD PHRI Bengkulu akan dibuka mulai 5 Juni hingga 5 Juli 2026. Sedangkan Musda VI dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026.
Tajri menegaskan, PHRI memiliki peran besar sebagai wadah berhimpunnya pelaku usaha hotel dan restoran. Selain menjadi tempat bertukar gagasan dan aspirasi, organisasi ini juga berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam mendukung perkembangan pariwisata.
Ia menilai sektor perhotelan dan restoran memiliki kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menjadi salah satu penopang ekonomi Bengkulu.
“Kami ingin PHRI kembali aktif dan menjadi organisasi yang mampu memperjuangkan kepentingan anggota sekaligus membantu pemerintah mengembangkan sektor pariwisata,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan, PHRI Bengkulu optimistis Musda VI akan menjadi titik awal lahirnya kepengurusan baru yang mampu membawa organisasi semakin maju dan profesional.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









