BENGKULU – Kepemimpinan Irjen Pol Mardiyono di Bengkulu tidak hanya meninggalkan catatan di bidang keamanan. Selama menjabat sebagai Kapolda Bengkulu, ia juga memperkenalkan sejumlah program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dua program yang paling dikenal adalah Sriduri dan Sadesahe.
Sriduri atau Setiap Hari Dua Ribu merupakan gerakan sedekah yang melibatkan personel Polda Bengkulu. Melalui program ini, setiap anggota menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, mulai dari bedah rumah, bantuan kesehatan, santunan kemanusiaan hingga dukungan bagi masyarakat kurang mampu.
Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang terus berjalan selama masa kepemimpinan Mardiyono.
Selain itu, Mardiyono juga menggagas program Sadesahe atau Satu Desa Satu Hektar Jagung.
Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional dengan mendorong pemanfaatan lahan produktif di desa-desa.
Melalui Sadesahe, masyarakat diajak untuk berpartisipasi dalam meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Ketua Umum Ojol Kamtibmas Bengkulu, Raka Dewangga, menilai berbagai program yang dijalankan Mardiyono menunjukkan bahwa kepolisian dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, selama memimpin Bengkulu, Mardiyono sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang melibatkan komunitas masyarakat.
“Kami merasakan langsung manfaatnya. Tidak hanya bantuan sosial, tetapi juga pemeriksaan kesehatan gratis yang rutin dilakukan,” kata Raka.
Keberhasilan program-program tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Kolaborasi itu membuat manfaat yang dihasilkan menjadi lebih luas dan dirasakan oleh banyak kalangan.
Setelah dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri, masyarakat Bengkulu berharap nilai-nilai kepedulian yang ditanamkan Mardiyono dapat terus diteruskan.
Sebab di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, program seperti Sriduri dan Sadesahe membuktikan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan bersama.
Warisan yang ditinggalkan Mardiyono mungkin tidak hanya berupa program. Lebih dari itu, warisan tersebut adalah semangat berbagi, kepedulian, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.









