BENGKULU TENGAH – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Bengkulu Tengah tahun ini menghadirkan sesuatu yang berbeda. Di tengah berbagai agenda olahraga, hiburan rakyat, dan kegiatan pemerintahan, masyarakat akan mendapatkan kado spiritual melalui kehadiran ulama nasional asal Jawa Barat, Ustadz Dr. Drs. KH. E.S. Mubarok, M.Sc., M.M., M.Pd.
KH ES Mubarok dijadwalkan hadir untuk mengisi kegiatan Istighotsah Akbar yang akan dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, di halaman Pendopo Bukit Kandis, Desa Ujung Karang, Kecamatan Karang Tinggi.
Kehadiran tokoh agama yang dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia tersebut menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat dalam rangkaian HUT Kabupaten Bengkulu Tengah. Tidak sedikit warga yang menilai kehadiran ulama nasional merupakan anugerah sekaligus kesempatan berharga untuk mendapatkan siraman rohani secara langsung.
Di tengah perkembangan pembangunan daerah yang terus berjalan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah ingin memastikan bahwa peringatan hari jadi daerah tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial dan hiburan semata. Nilai-nilai spiritual dan kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan religius.
Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto mengatakan kegiatan Istighotsah menjadi momentum untuk mengajak seluruh masyarakat bersyukur atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih selama 18 tahun perjalanan Kabupaten Bengkulu Tengah.
“Mari kita rayakan dengan penuh kebersamaan, semangat gotong royong, dalam rangka HUT Bengkulu Tengah tahun ini sesuai dengan tema Bergerak, Berdampak, Berbinar,” ujar Rachmat Riyanto.
Menurutnya, kehadiran KH ES Mubarok diharapkan dapat memberikan motivasi dan energi positif bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mendukung pembangunan daerah.
Tema HUT ke-18 tahun ini, yakni “Kabupaten Bengkulu Tengah Bergerak, Berdampak, Berbinar”, dinilai sejalan dengan pesan-pesan dakwah yang selama ini disampaikan KH ES Mubarok. Semangat bergerak untuk kemajuan, memberikan dampak positif bagi lingkungan, serta menghadirkan harapan yang bersinar bagi masa depan daerah menjadi nilai yang ingin ditanamkan kepada masyarakat.
Selain menjadi sarana doa bersama, Istighotsah juga diharapkan menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Masyarakat dari berbagai kecamatan diperkirakan akan hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat menghadirkan suasana yang penuh kekhusyukan sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai keagamaan.
Dengan hadirnya KH ES Mubarok, HUT ke-18 Bengkulu Tengah tidak hanya menjadi perayaan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat spiritualitas masyarakat demi mewujudkan Bengkulu Tengah yang maju, religius, dan sejahtera.









