Pastikan Harga Pangan Tetap Terkendali Kapolda Bengkulu Turun Langsung ke Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono turun langsung ke Pasar Minggu pada H-1 Ramadhan 2026 untuk memantau harga bahan pokok. Pengawasan dilakukan bersama Satgas Pangan guna memastikan harga tetap sesuai HET dan HAP serta mencegah penimbunan.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono turun langsung ke Pasar Minggu pada H-1 Ramadhan 2026 untuk memantau harga bahan pokok. Pengawasan dilakukan bersama Satgas Pangan guna memastikan harga tetap sesuai HET dan HAP serta mencegah penimbunan.

RAKYATMERAHPUTIH – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kapolda Bengkulu, Mardiyono, menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Pada H-1 Ramadhan 2026, Rabu (18/2/2026), Kapolda turun langsung ke Pasar Minggu Kota Bengkulu untuk melakukan pengecekan dan pengawasan harga pangan.

Kegiatan tersebut turut didampingi Ka Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan, perwakilan Bulog, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu. Kehadiran jajaran lintas instansi ini menjadi bentuk sinergi untuk memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang tanpa dibayangi lonjakan harga yang tidak wajar.

Di sela-sela peninjauan, Irjen Pol Mardiyono menyampaikan bahwa pemantauan ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolri melalui Satgas Saber Pangan agar seluruh jajaran di daerah aktif mengawasi pergerakan harga bahan pokok, terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Hari ini sesuai dengan perintah Kapolri melalui Satgas Saber Pangan dilakukan pemantauan dan pengecekan di sejumlah pasar tradisional, retail, minimarket dan grosir bahan pokok di Bengkulu, terlebih pada H-1 Ramadhan,” ujar Kapolda di area parkir Pasar Minggu Kota Bengkulu.

Baca Juga :  Skema Baru Lalu Lintas Pasar Minggu, Pengendara Wajib Masuk Lewat KZ Abidin 1

Menurutnya, lonjakan permintaan menjelang Ramadhan memang kerap berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas. Namun, ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut harus tetap berada dalam batas kewajaran dan sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP).

Dari hasil pemantauan di lapangan, beberapa komoditas seperti ayam, telur, daging, cabai, dan bawang mengalami kenaikan harga. Meski demikian, Kapolda memastikan bahwa harga masih dalam batas yang bisa ditoleransi.

“Memang ada sedikit kenaikan harga, namun masih dalam batas wajar. Mudah-mudahan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti harga yang melampaui HET atau HAP,” tegasnya.

Berdasarkan data Tim Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026, harga beras SPHP di pasar tradisional tercatat tertinggi di angka Rp65.000. Sementara beras premium merek Kembang Kol berada di kisaran Rp320.000 per 20 kilogram. Minyak Kita dijual Rp15.500 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan berkisar Rp19.500 hingga Rp20.000 per liter.

Untuk gula pasir, harga berada di angka Rp17.500 per kilogram. Cabai merah keriting dijual antara Rp50.000 hingga Rp75.000 per kilogram. Bawang merah berkisar Rp40.000 sampai Rp60.000 per kilogram, sedangkan bawang putih di angka Rp50.000 per kilogram.

Baca Juga :  Sidang PTM dan Mega Mall Bengkulu: Terdakwa Bantah Kebocoran PAD, Proyek Dianggap Dongkrak Ekonomi Kota

Adapun kenaikan cukup terasa pada daging ayam yang mencapai Rp45.000 per kilogram, serta daging sapi segar yang menyentuh Rp150.000 per kilogram.

Kapolda Bengkulu menegaskan, pengawasan ini tidak hanya sebatas pemantauan, tetapi juga sebagai langkah preventif agar tidak ada oknum pedagang, distributor, maupun pelaku usaha yang memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mengambil keuntungan berlebihan.

Ia mengingatkan bahwa praktik curang, termasuk penimbunan bahan pokok, akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap dengan kegiatan pemantauan ini, tidak ada pihak yang bermain-main dengan harga. Jangan sampai ada penimbunan atau praktik yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

Langkah cepat dan kehadiran langsung Kapolda di tengah masyarakat mendapat respons positif dari sejumlah pedagang dan pembeli. Mereka menilai pengawasan langsung seperti ini memberi rasa aman sekaligus kepastian bahwa pemerintah dan aparat kepolisian hadir menjaga stabilitas ekonomi, khususnya menjelang Ramadhan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemkab Bengkulu Tengah Perkuat Benteng Pesisir, Tanam 1.000 Mangrove dan Lepas 100 Tukik
Saksi Ahli Terdakwa Tegaskan Fraud Bisa Diproses Hukum Meski Kerugian Kecil
Saksi Ahli yang Dihadirkan Terdakwa Justru Perkuat Dakwaan Jaksa dalam Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Pupuk
Tambang Batu Bara Ilegal Kembali Jadi Sorotan, Diduga Akibatkan Sungai Lemau Tercemar
KH ES Mubarok Hipnotis Ribuan Jamaah di Bengkulu Tengah, Pesan Persatuan Untuk Kemajuan
Kehadiran KH ES Mubarok Jadi Kado Spiritual HUT Bengkulu Tengah ke-18
Sadesahe dan Sriduri, Warisan Program Sosial Mardiyono untuk Bengkulu
PHRI Bengkulu Bangkit dari Masa Vakum, Musda VI Jadi Langkah Awal Perkuat Industri Pariwisata
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:05 WIB

Pemkab Bengkulu Tengah Perkuat Benteng Pesisir, Tanam 1.000 Mangrove dan Lepas 100 Tukik

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:44 WIB

Saksi Ahli Terdakwa Tegaskan Fraud Bisa Diproses Hukum Meski Kerugian Kecil

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:40 WIB

Saksi Ahli yang Dihadirkan Terdakwa Justru Perkuat Dakwaan Jaksa dalam Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Pupuk

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:19 WIB

Tambang Batu Bara Ilegal Kembali Jadi Sorotan, Diduga Akibatkan Sungai Lemau Tercemar

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:44 WIB

KH ES Mubarok Hipnotis Ribuan Jamaah di Bengkulu Tengah, Pesan Persatuan Untuk Kemajuan

Berita Terbaru