RAKYAT.ERAHPUTIH – AMPI Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya menjadi ruang belajar politik bagi generasi muda. Ketua DPD AMPI Bengkulu terpilih, Aan Julianda, menyebut organisasi ini akan dijadikan “laboratorium” bagi anak muda sebelum terjun ke partai politik.
Pernyataan itu disampaikan usai Musda ke-VIII AMPI Bengkulu yang berlangsung Kamis (12/2/2026). Aan mengatakan, peran pemuda sangat strategis dalam menghadapi agenda politik ke depan.
“Kita ingin anak muda tidak hanya jadi penonton. Mereka harus siap, punya bekal, dan berani tampil,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal itu, AMPI akan membentuk sekolah politik sebagai wadah kaderisasi. Program ini dirancang untuk membangun karakter kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta pemahaman tentang kebijakan publik.
Menurut Aan, kader yang matang akan lebih mudah beradaptasi ketika masuk ke struktur partai maupun pemerintahan. Ia optimistis, dengan sistem kaderisasi yang baik, AMPI bisa menjadi mesin pencetak pemimpin muda.
Targetnya cukup tegas. Pada pemilu legislatif mendatang, ia ingin minimal 30 persen kader AMPI duduk di kursi parlemen.
“Kalau kita serius menyiapkan kader, target itu bukan hal mustahil,” katanya.
Ketua Umum DPP AMPI, Jerry Sambuaga, mendukung penuh langkah tersebut. Ia menilai, AMPI harus menjadi motor penggerak pemuda dalam mendukung agenda politik Partai Golkar.
Jerry juga menekankan pentingnya program nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Organisasi kepemudaan, menurutnya, tidak boleh hanya aktif saat momentum politik, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan.
Dengan konsep laboratorium politik, AMPI Bengkulu ingin membangun generasi muda yang tidak hanya ambisius, tetapi juga berintegritas dan punya visi pembangunan.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa AMPI Bengkulu sedang berbenah dan menatap masa depan. Jika konsisten menjalankan program kaderisasi, bukan tidak mungkin organisasi ini menjadi salah satu kekuatan politik muda yang diperhitungkan di Bengkulu.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









