RAKYATMERAHPUTIH – Penataan Pasar Panorama membawa harapan baru bagi warga Kota Bengkulu. Pemerintah menyiapkan Pasar Subuh di Jalan Kedondong sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan, parkir liar, dan kesemrawutan yang selama ini kerap terjadi pada pagi hari.
Aktivitas jual beli yang memanfaatkan trotoar dan badan jalan selama ini membuat arus lalu lintas tersendat. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.
Melalui skema Pasar Subuh, aktivitas perdagangan akan diatur dengan waktu yang jelas, mulai pukul 17.00 WIB hingga maksimal pukul 07.00 WIB. Setelah itu, jalan harus bersih dan kembali difungsikan sebagai jalur umum.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bengkulu, Alex Periansyah, menegaskan bahwa ketertiban dan kenyamanan warga menjadi perhatian utama pemerintah.
“Target kita sederhana. Pedagang bisa berjualan dengan tenang, pembeli nyaman, dan masyarakat tidak lagi terganggu kemacetan,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan memperbaiki jalan yang rusak, membenahi drainase agar tidak becek, serta memastikan penerangan jalan berfungsi optimal. Petugas juga akan disiagakan untuk mengatur parkir dan menjaga keamanan.
Alex menambahkan, pengawasan akan dilakukan secara rutin agar tidak ada pedagang yang kembali berjualan di luar zona yang telah ditentukan.
“Kalau semua tertib, tidak perlu lagi ada penertiban berulang. Kota jadi lebih nyaman,” ujarnya.
Pasar Subuh tetap dipertahankan karena memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Penataan ini diharapkan menjadi contoh bagaimana pasar tradisional bisa berjalan selaras dengan ketertiban kota.
Dengan langkah ini, kawasan Panorama diharapkan berubah menjadi ikon belanja pagi yang rapi, bersih, dan ramah bagi semua pengguna jalan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









