BENGKULU – Di tengah belum berlanjutnya pembangunan Jalan Tol Bengkulu–Lubuklinggau pada tahun 2026, PT Hutama Karya (Persero) tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan dan operasional jalan tol Bengkulu–Taba Penanjung.
Melalui Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPT) Regional Sumbagsel, Hutama Karya saat ini mengelola jaringan jalan tol sepanjang 346 kilometer. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik lintas provinsi di wilayah Sumatera.
Kepala Regional Sumbagsel PT Hutama Karya, Arief Yeri Krisnanto, menegaskan bahwa meskipun pembangunan tol Bengkulu belum dilanjutkan pada tahun ini, pelayanan terhadap pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh ruas tol yang sudah beroperasi dapat memberikan pelayanan terbaik, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun kelancaran lalu lintas,” ujarnya dalam kegiatan media gathering bersama awak media di Bengkulu, Sabtu 18 April 2026.
Dari total panjang jalan tol yang dikelola, sebanyak 292 kilometer telah beroperasi secara penuh, sementara 54 kilometer lainnya masih berstatus fungsional. Sejumlah ruas strategis yang menjadi andalan di antaranya Terbanggi Besar–Kayu Agung sepanjang 189 kilometer, Indralaya–Prabumulih 64 kilometer, Indralaya–Palembang 22 kilometer, serta Bengkulu–Taba Penanjung sepanjang 17 kilometer.
Selain itu, ruas Palembang–Betung sepanjang 54 kilometer juga difungsikan secara terbatas untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas pada periode tertentu, seperti saat terjadi peningkatan mobilitas kendaraan.
Untuk memastikan keamanan pengguna jalan, Hutama Karya telah menyiagakan 127 unit armada operasional di berbagai titik strategis. Armada ini terdiri dari kendaraan patroli, derek, hingga layanan darurat yang siap membantu pengguna jalan dalam kondisi tertentu.
Tak hanya itu, sebanyak 995 petugas layanan operasional juga disebar di seluruh ruas tol guna memastikan respons cepat terhadap berbagai situasi di lapangan.
Dalam hal pengawasan, Hutama Karya memanfaatkan teknologi modern dengan mengoperasikan 560 unit CCTV yang terhubung secara real-time. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi jalan secara langsung, sehingga potensi gangguan dapat segera diantisipasi.
Selain itu, terdapat 29 unit Variable Message Sign (VMS) yang digunakan untuk memberikan informasi cepat kepada pengguna jalan, mulai dari kondisi lalu lintas hingga peringatan dini terkait situasi tertentu di jalan tol
Dari sisi kenyamanan, Hutama Karya juga terus melengkapi fasilitas pendukung. Saat ini tersedia 13 rest area permanen serta 2 rest area fungsional yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna jalan untuk beristirahat.
Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan yang aman dan nyaman, terutama untuk perjalanan jarak jauh antarprovinsi.
Meski pembangunan Tol Bengkulu–Lubuklinggau belum dilanjutkan di tahun 2026, Hutama Karya memastikan bahwa rencana proyek tersebut tetap mengacu pada jalur awal tanpa perubahan rute.
“Rute baru tidak ada, dan masih rute lama,” tegas Arief.
Dengan pengelolaan yang terus ditingkatkan, Hutama Karya berupaya menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa keberadaan jalan tol benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pengguna.









