Polres Mukomuko, Sosialisasikan KUHAP Baru dan Penguatan Pengawasan Penyidikan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUKOMUKO – Polres Mukomuko menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam rangka penguatan koordinasi, pembinaan teknis, serta penyesuaian terhadap penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Mapolres Mukomuko tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Polri dan PPNS dalam menjalankan tugas penyidikan sesuai dengan ketentuan hukum terbaru yang berlaku di Indonesia.

Kapolres Mukomuko AKBP Ricky Crismawardana melalui Kasatreskrim AKP Panji Nugraha menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada sosialisasi peran Polri sebagai Koordinator dan Pengawas (Korwas) PPNS sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

“Kegiatan ini membahas peran penyidik Polri sebagai Korwas PPNS yang telah diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2025,” ujar AKP Panji Nugraha.

Menurutnya, KUHAP baru yang disahkan pada 17 Desember 2025 dan mulai berlaku efektif sejak 2 Januari 2026 merupakan pembaruan besar dalam sistem peradilan pidana nasional. Regulasi tersebut menggantikan KUHAP Nomor 8 Tahun 1981 dan disesuaikan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca Juga :  Herwan Antoni Ingatkan Pejabat Baru: Jabatan Adalah Amanah untuk Rakyat

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai perubahan mendasar dalam sistem hukum acara pidana. Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah penguatan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses hukum.

KUHAP baru memberikan perlindungan yang lebih komprehensif tidak hanya kepada tersangka, terdakwa, dan terpidana, tetapi juga kepada saksi, korban, hingga penyandang disabilitas. Langkah ini dinilai sebagai upaya menciptakan sistem peradilan yang lebih adil dan berorientasi pada perlindungan hak-hak warga negara.

Selain itu, aturan baru juga mengatur modernisasi proses persidangan. Pemeriksaan perkara di pengadilan diarahkan agar lebih transparan, profesional, dan sesuai dengan prinsip due process of law atau proses hukum yang adil.

AKP Panji menambahkan bahwa pembaruan tersebut juga menyentuh aspek penyidikan dan penuntutan, sehingga seluruh aparat penegak hukum, termasuk PPNS, harus memahami perubahan yang telah diatur dalam KUHAP terbaru.

Dalam Rakor tersebut, sejumlah pasal yang berkaitan langsung dengan tugas dan kewenangan penyidik menjadi fokus pembahasan.

Beberapa pasal yang menjadi perhatian dalam Rakor ini meliputi:

Baca Juga :  DAMRI Tetap Layani Bengkulu–Enggano, Jadi Andalan Warga di Tengah Keterbatasan Armada

Pasal 6 Ayat (1) Penyidik terdiri atas:

a. Penyidik Polri;

b. PPNS; dan

c. Penyidik Tertentu.

 Ayat (2) Penyidik Polri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan Penyidik utama yang diberi kewenangan untuk melakukan Penyidikan terhadap semua tindak pidana.

 Ayat (3) Syarat kepangkatan, pendidikan dan pelatihan, serta sertifikasi bagi Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

 PASAL 7 Ayat (2) PPNS dan Penyidik Tertentu mempunyai wewenang berdasarkan Undang-Undang yang menjadi dasar hukumnya.

Ayat (3) PPNS dan Penyidik Tertentu dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya berada di bawah koordinasi dan pengawasan Penyidik Polri.

 Ayat (4) PPNS dan Penyidik Tertentu dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya wajib berkoordinasi dengan Penyidik Polri sampai dengan penyerahan berkas perkara kepada Penuntut Umum.

 Ayat (5) Koordinasi dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) dikecualikan untuk Penyidik di Kejaksaan Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

 

Berita Terkait

Pemkab Bengkulu Tengah Perkuat Benteng Pesisir, Tanam 1.000 Mangrove dan Lepas 100 Tukik
Saksi Ahli Terdakwa Tegaskan Fraud Bisa Diproses Hukum Meski Kerugian Kecil
Saksi Ahli yang Dihadirkan Terdakwa Justru Perkuat Dakwaan Jaksa dalam Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Pupuk
Tambang Batu Bara Ilegal Kembali Jadi Sorotan, Diduga Akibatkan Sungai Lemau Tercemar
KH ES Mubarok Hipnotis Ribuan Jamaah di Bengkulu Tengah, Pesan Persatuan Untuk Kemajuan
Kehadiran KH ES Mubarok Jadi Kado Spiritual HUT Bengkulu Tengah ke-18
Sadesahe dan Sriduri, Warisan Program Sosial Mardiyono untuk Bengkulu
PHRI Bengkulu Bangkit dari Masa Vakum, Musda VI Jadi Langkah Awal Perkuat Industri Pariwisata
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:05 WIB

Pemkab Bengkulu Tengah Perkuat Benteng Pesisir, Tanam 1.000 Mangrove dan Lepas 100 Tukik

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:44 WIB

Saksi Ahli Terdakwa Tegaskan Fraud Bisa Diproses Hukum Meski Kerugian Kecil

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:40 WIB

Saksi Ahli yang Dihadirkan Terdakwa Justru Perkuat Dakwaan Jaksa dalam Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Pupuk

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:19 WIB

Tambang Batu Bara Ilegal Kembali Jadi Sorotan, Diduga Akibatkan Sungai Lemau Tercemar

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:44 WIB

KH ES Mubarok Hipnotis Ribuan Jamaah di Bengkulu Tengah, Pesan Persatuan Untuk Kemajuan

Berita Terbaru