RAKYATMERAHPUTIH – Predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bukan sekadar penghargaan administratif. Di lingkungan Kejaksaan Tinggi Bengkulu, predikat itu dijadikan momentum memperkuat kepercayaan masyarakat.
Apel penyematan Pin WBBM Tahun 2025 digelar Kamis (12/2) di halaman kantor Kejati. Kepala Kejati Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, memimpin langsung kegiatan tersebut.
Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa menjaga predikat lebih berat daripada meraihnya. “Kita harus membuktikan setiap hari melalui sikap dan kinerja nyata,” katanya .
Predikat WBBM diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan reformasi birokrasi.
Victor mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah aset paling berharga. Sekali rusak, akan sulit dipulihkan. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran menjaga profesionalisme dan menjauhi praktik yang mencederai kepercayaan masyarakat.
Apel tersebut juga menjadi ajang memperkuat semangat pelayanan prima. Kecepatan, ketepatan, dan keterbukaan harus menjadi standar.
Ia berharap seluruh pegawai menjadikan momen ini sebagai penyemangat untuk bekerja lebih baik. Bukan hanya demi predikat, tetapi demi pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bengkulu.
Kejati Bengkulu ingin memastikan bahwa reformasi birokrasi tidak berhenti pada seremoni. Pelayanan hukum harus semakin mudah diakses, transparan, dan akuntabel.
Dengan langkah tersebut, Kejati Bengkulu bertekad menjadikan WBBM sebagai budaya kerja. Harapannya, masyarakat semakin percaya dan merasa dilindungi oleh institusi penegak hukum ini.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









