BENGKULUBAROMETER – Perbaikan alur pelayaran Peloabuhan Pulau Baai menjadi tonggak penting dalam transformasi pelabuhan Bengkulu. Setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan sedimentasi, kini kedalaman alur telah mencapai 6,5 meter dan ditargetkan menembus 12 meter dalam waktu dekat.
Memastikan pembangunan terminal curah cair akan selesai pada November 2026. Terminal ini diproyeksikan menjadi magnet investasi baru, terutama untuk industri kelapa sawit dan perikanan.
General Manager Pelindo Regional II Bengkulu, , menyebut pembangunan terminal curah basah sangat strategis karena Bengkulu memiliki produksi CPO yang besar, namun belum dimanfaatkan optimal.
“Selama ini sebagian besar CPO Bengkulu dikirim lewat pelabuhan di luar daerah. Dengan terminal curah cair, investor bisa langsung mengolah dan mengirim produk dari Bengkulu,” katanya.
Terminal ini akan melayani pengangkutan CPO, minyak goreng, hingga produk olahan lainnya. Pelindo juga membuka peluang masuknya industri pengalengan ikan sebagai bagian dari pengembangan kawasan industri pelabuhan.
Saat ini, Pelabuhan Pulau Baai masih didominasi ekspor batu bara, cangkang sawit, dan CPO. Namun dengan infrastruktur baru, jenis komoditas diperkirakan akan semakin beragam.
Pelindo tidak hanya membangun fisik pelabuhan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan. Revitalisasi dermaga, perbaikan sistem bongkar muat, serta pendekatan kepada investor menjadi prioritas utama.
“Kami tidak ingin hanya membangun terminal, tapi juga memastikan pelayanannya profesional dan kompetitif,” ujar Dimas.
Dengan semakin baiknya alur pelayaran, kapal-kapal berukuran besar akan bisa masuk langsung ke Pelabuhan Pulau Baai tanpa harus singgah di pelabuhan lain seperti Teluk Bayur atau Panjang.
Hal ini diyakini dapat menekan biaya logistik bagi pelaku usaha Bengkulu. Selain itu, perputaran ekonomi lokal akan meningkat karena aktivitas ekspor-impor terpusat di daerah sendiri.
Pelindo juga menyiapkan lahan seluas 215 hektar sebagai kawasan industri pendukung pelabuhan. Kawasan ini akan diisi oleh pabrik pengolahan CPO, industri perikanan, dan sektor lainnya yang berkaitan langsung dengan aktivitas pelabuhan.
Menurut Dimas, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mewujudkan rencana besar ini. Pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Pelindo harus bergerak bersama agar Bengkulu mampu menjadi simpul logistik baru di pesisir barat Sumatera.
“Ini bukan hanya proyek pelabuhan, tapi proyek masa depan Bengkulu,” katanya.
Jika pembangunan terminal curah cair selesai tepat waktu, Pelabuhan Pulau Baai akan naik kelas dari pelabuhan regional menjadi pusat distribusi nasional untuk komoditas unggulan Bengkulu.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









