RAKYATMERAHPUTIH – Menjelang Ramadhan 1447 H, sinergi lintas instansi diperkuat. Satgas Pangan Polda Bengkulu tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng Pemerintah Provinsi, Bank Indonesia, Bulog, hingga Kominda untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Sidak pasar dilakukan sebagai langkah awal mengantisipasi gejolak harga. Tim turun langsung memantau harga serta memastikan stok bahan pokok mencukupi.
Kasubdit Indagsi AKBP Herman Sopian menegaskan, pengawasan ini bukan sekadar formalitas.
“Ini bentuk komitmen bersama menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ramadhan harus membawa berkah, bukan beban bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi menjelang Ramadhan memang berdampak pada kenaikan harga. Namun dengan koordinasi yang baik, lonjakan ekstrem bisa dicegah.
Pj Sekda Provinsi Bengkulu yang turut hadir dalam sidak menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Satgas Pangan. Pemerintah daerah akan terus memantau distribusi agar tidak terjadi hambatan pasokan.
Bank Indonesia juga terlibat dalam pemantauan inflasi daerah. Data harga harian menjadi dasar pengambilan kebijakan.
Sementara itu, Bulog memastikan stok beras dan komoditas strategis dalam kondisi aman. Operasi pasar siap digelar jika diperlukan.
Harga cabai saat ini berada di Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Bawang merah dan putih di Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram. Daging ayam Rp 44 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram, dan daging sapi Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram.
“Kami terus pantau. Jika ada indikasi penimbunan atau permainan harga, akan kami tindak tegas,” kata Herman.
Sinergi ini diharapkan mampu menjaga inflasi tetap terkendali serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









