BENGKULU – Di tengah keterbatasan armada dan belum dibukanya kembali jalur luar provinsi, Perusahaan Umum (Perum) DAMRI Bengkulu memastikan layanan transportasi darat tetap berjalan untuk masyarakat. Fokus layanan saat ini diarahkan pada rute dalam Provinsi Bengkulu, termasuk wilayah terpencil seperti Pulau Enggano.
Langkah ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang masih sangat bergantung pada transportasi umum, terutama untuk kebutuhan sehari-hari, aktivitas ekonomi, hingga mobilitas antar daerah.
Staff Usaha DAMRI Kantor Pemasaran Bengkulu, Parida, mengatakan bahwa operasional bus tetap berjalan normal dengan pembagian armada sesuai kebutuhan di setiap wilayah.
“Untuk Bengkulu kita melayani Bengkulu–Mukomuko 1 unit, Bengkulu–Lebong 1 unit, Bengkulu–Ulu Manna 1 unit, Bengkulu–Kaur 1 unit, dan Lebong–Curup 1 unit. Untuk Pulau Enggano itu 2 unit,” ujar Parida, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, pelayanan ini menjadi bentuk komitmen DAMRI dalam menjaga konektivitas daerah, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah yang sulit dijangkau.
Meski demikian, DAMRI Bengkulu saat ini belum membuka kembali layanan antar provinsi. Terakhir, jalur luar provinsi dioperasikan pada tahun 2023. Sejak saat itu, berbagai pertimbangan membuat layanan difokuskan hanya di dalam wilayah Bengkulu.
“Kita hanya melayani jalur dalam Provinsi Bengkulu saja saat ini,” jelasnya.
Kondisi armada juga menjadi perhatian. Saat ini DAMRI Bengkulu masih menggunakan bus medium dengan kapasitas 19 hingga 25 kursi. Bus ini dilengkapi fasilitas AC, namun memiliki bagasi yang terbatas.
“Bus besar belum tersedia, karena biasanya digunakan untuk perjalanan jarak jauh atau luar provinsi,” tambah Parida.
Meski armada terbatas, DAMRI tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Selain tarif yang relatif terjangkau, layanan ini dinilai aman dan nyaman, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
Keberadaan DAMRI juga berperan penting dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah. Banyak pedagang, pekerja, hingga pelajar yang mengandalkan bus ini untuk mobilitas harian.
Di Pulau Enggano misalnya, kehadiran dua unit bus DAMRI menjadi urat nadi transportasi warga. Tanpa layanan ini, akses masyarakat ke pusat aktivitas akan semakin sulit.
Dengan kondisi saat ini, masyarakat berharap pemerintah dapat menambah armada, termasuk menghadirkan bus besar agar layanan semakin optimal.
Namun di tengah keterbatasan tersebut, DAMRI Bengkulu tetap menunjukkan komitmen menjaga pelayanan publik.
Di saat pilihan transportasi tidak banyak, DAMRI masih berdiri sebagai solusi nyata—menghubungkan daerah, menggerakkan ekonomi, dan menjaga akses masyarakat tetap terbuka.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









