RAKYATMERAHPUTIH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Lembaga ini berhasil meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Penghargaan ini terasa semakin istimewa karena Kejati Bengkulu harus bersaing dengan instansi besar, termasuk Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang selama ini dikenal unggul dalam berbagai indikator reformasi birokrasi.
Di antara banyak Kejati di Indonesia, hanya dua yang berhasil lolos penilaian ketat PANRB tahun ini. Kejati Bengkulu menjadi salah satunya.
Kepala Kejati Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, mengaku tidak menyangka instansinya mampu menembus persaingan tersebut. Ia menyebut penilaian WBBM sangat detail, mulai dari tata kelola administrasi, pelayanan publik, hingga komitmen pemberantasan korupsi.
Menurutnya, capaian ini lahir dari proses panjang perbaikan internal. Selama 11 bulan terakhir, berbagai pembenahan dilakukan secara bertahap.
Mulai dari mempercepat penanganan perkara, meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat, hingga membangun budaya kerja yang disiplin dan profesional.
Victor menegaskan bahwa WBBM bukan sekadar piagam penghargaan. Lebih dari itu, WBBM adalah komitmen moral untuk menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia juga menekankan pentingnya kerja tim. Seluruh pegawai, dari pimpinan hingga staf, memiliki peran dalam mendorong perubahan.
Pengumuman penghargaan dilakukan melalui Zoom dan disaksikan bersama oleh seluruh pegawai. Ketika nama Kejati Bengkulu disebut sebagai penerima WBBM, suasana ruangan langsung dipenuhi tepuk tangan.
Prestasi ini menjadi penghargaan nasional kedua setelah sebelumnya Kejati Bengkulu mendapatkan apresiasi dari KPK atas kinerja penanganan perkara korupsi.
Victor berharap capaian ini bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia ingin Kejati Bengkulu tidak hanya dikenal karena prestasi, tetapi juga karena konsistensi dalam menjaga integritas.
Predikat WBBM juga menjadi bukti bahwa daerah bukan penghalang untuk berprestasi di tingkat nasional.
Dengan keterbatasan yang ada, Kejati Bengkulu mampu membuktikan bahwa kualitas dan komitmen lebih menentukan daripada sekadar besarnya anggaran atau fasilitas.
Ke depan, Kejati Bengkulu masih menunggu hasil Komjak Award 2026. Jika kembali meraih penghargaan, maka tahun ini akan menjadi momentum emas dalam sejarah Kejati Bengkulu.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









