RAKYATMERAHPUTIH – Persoalan blankspot dan low signal di Bengkulu tidak luput dari perhatian pemerintah daerah. Sebanyak 41 desa yang belum menikmati jaringan optimal telah masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan lima tahunan daerah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, memastikan penanganan dilakukan secara bertahap.
Tahun 2026, fokus utama adalah desa dengan kategori blankspot. Setelah itu, pemerintah akan memperbaiki kualitas jaringan di desa low signal.
“Semua sudah masuk dalam RPJMD. Penanganannya dilakukan sesuai skala prioritas,” ujarnya.
Empat desa yang belum memiliki jaringan sama sekali tersebar di Lebong, Kepahiang, dan Kaur. Sementara desa low signal terbanyak berada di Mukomuko.
Keterbatasan anggaran menjadi tantangan, namun pemerintah optimistis persoalan ini dapat diselesaikan secara bertahap melalui kerja sama dengan provider.
Internet kini menjadi kebutuhan dasar. Banyak layanan publik berbasis digital, mulai dari administrasi kependudukan hingga bantuan sosial.
Tanpa jaringan, warga harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan sinyal. Kondisi ini tentu tidak efisien dan menyulitkan aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi desa yang tertinggal secara digital,” tegas Nelly.
Pemerataan akses internet diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di Bengkulu. Dengan konektivitas yang baik, desa dapat berkembang lebih cepat.
Sebanyak 41 desa di Provinsi Bengkulu hingga Februari 2026 masih berstatus blankspot dan low signal. Dari total 1.514 desa yang tersebar di delapan kabupaten, masih ada wilayah yang belum sepenuhnya menikmati akses internet memadai.
Data Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu mencatat, empat desa masuk kategori blankspot atau sama sekali belum tersentuh jaringan. Keempatnya yakni Desa Danau Liang di Kabupaten Lebong, Desa Tebat Laut di Kabupaten Kepahiang, serta Desa Arga Mulya dan Tanjung Aur di Kabupaten Kaur.
Sementara itu, 37 desa lainnya berstatus low signal atau memiliki jaringan sangat lemah. Titik terbanyak berada di Kabupaten Mukomuko.
Pemerintah berharap dukungan semua pihak agar target penghapusan blankspot bisa tercapai sesuai rencana.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









