Ratusan Warga Tarik Jaring Bersama di Pesisir Bengkulu, Tradisi Narik Pukek Akan Jadi Agenda Tahunan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga meriahkan tradisi Narik Pukek di pesisir Kota Bengkulu dalam Festival Yo Botoi-Botoi. Simbol gotong royong, budaya hidup, dan penggerak wisata Kota Tua.

Ratusan warga meriahkan tradisi Narik Pukek di pesisir Kota Bengkulu dalam Festival Yo Botoi-Botoi. Simbol gotong royong, budaya hidup, dan penggerak wisata Kota Tua.

RAKYATMERAHPUTIH – Pesisir Kota Bengkulu mendadak semarak pada Minggu (8/2/2026). Sejak pagi, ratusan warga. mulai dari pelajar, nelayan, hingga ibu-ibu organisasi ikut memadati kawasan Kota Tua untuk mengikuti Narik Pukek, tradisi legendaris masyarakat pesisir yang kembali digelar meriah.

Tradisi menarik jaring bersama-sama ini menjadi bagian dari Festival Yo Botoi-Botoi Tarik Pukek, sebuah perhelatan budaya yang kini resmi masuk dalam Kalender Event Nasional. Bukan sekadar menangkap ikan, Narik Pukek adalah simbol kebersamaan dan cara masyarakat pesisir menjaga warisan leluhur.

Di tepi pantai, jaring panjang dibentangkan. Teriakan kompak menggema ketika puluhan tangan menarik tali secara serentak. Tak ada yang bisa melakukannya sendiri—semua harus bergerak bersama. Di situlah maknanya.

Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing hadir langsung dan ikut menyemangati warga. Ia menegaskan, Narik Pukek adalah potret nyata gotong royong yang hidup di tengah masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Pastikan Harga Pangan Tetap Terkendali Kapolda Bengkulu Turun Langsung ke Pasar

“Ini tidak bisa ditarik satu atau dua orang saja. Berat dan panjang. Di sinilah nilai kebersamaan itu terasa. Narik Pukek bukan hanya budaya, tapi simbol masyarakat pesisir Bengkulu,” ujar Ronny.

Ia berharap tradisi ini terus dijaga lintas generasi—bukan sekadar sebagai tontonan, melainkan sebagai pola hidup yang menanamkan kerja sama, saling percaya, dan kepedulian.

Kemeriahan tak berhenti di jaring. Di sepanjang pantai, warna-warni kapal nelayan mencuri perhatian. Sekitar 80 unit kapal dihias oleh kurang lebih 100 peserta dalam lomba mengecat kapal. Motif laut, budaya lokal, hingga pesan pelestarian lingkungan menghiasi lambung kapal, membuat pesisir Kota Tua tampak seperti galeri terbuka.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin menjelaskan, rangkaian acara disusun agar semua kalangan bisa terlibat. Ada lomba mewarnai untuk anak-anak, lomba memasak ikan bagi ibu-ibu, hingga pameran UMKM yang mendapat dukungan perbankan, termasuk Bank Indonesia.

Baca Juga :  Saksi Ahli yang Dihadirkan Terdakwa Justru Perkuat Dakwaan Jaksa dalam Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Pupuk

“Tujuannya jelas. Kami ingin menghidupkan kembali kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata unggulan. Budaya tetap eksis, ekonomi bergerak, dan wisatawan datang,” kata Nina.

Partisipasi aktif juga datang dari PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Kehadiran mereka menegaskan bahwa menjaga tradisi bukan tugas satu kelompok, melainkan tanggung jawab bersama.

Di area UMKM, pengunjung mencicipi olahan ikan segar, membeli kerajinan, hingga berbincang langsung dengan pelaku usaha. Festival ini menjadi ruang temu antara budaya dan ekonomi rakyat—dua hal yang saling menguatkan.

Masuknya Narik Pukek dalam kalender nasional memberi harapan baru. Bagi warga, ini pengakuan atas kearifan lokal. Bagi kota, ini peluang menggerakkan pariwisata berbasis budaya.

Di ujung jaring yang ditarik bersama, tersimpan pesan sederhana yakni Bengkulu tumbuh ketika warganya bersatu. Dan pada hari itu, Kota Tua tak hanya ramai tapi ia hidup.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemkab Bengkulu Tengah Perkuat Benteng Pesisir, Tanam 1.000 Mangrove dan Lepas 100 Tukik
Saksi Ahli Terdakwa Tegaskan Fraud Bisa Diproses Hukum Meski Kerugian Kecil
Saksi Ahli yang Dihadirkan Terdakwa Justru Perkuat Dakwaan Jaksa dalam Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Pupuk
Tambang Batu Bara Ilegal Kembali Jadi Sorotan, Diduga Akibatkan Sungai Lemau Tercemar
KH ES Mubarok Hipnotis Ribuan Jamaah di Bengkulu Tengah, Pesan Persatuan Untuk Kemajuan
Kehadiran KH ES Mubarok Jadi Kado Spiritual HUT Bengkulu Tengah ke-18
Sadesahe dan Sriduri, Warisan Program Sosial Mardiyono untuk Bengkulu
PHRI Bengkulu Bangkit dari Masa Vakum, Musda VI Jadi Langkah Awal Perkuat Industri Pariwisata
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:05 WIB

Pemkab Bengkulu Tengah Perkuat Benteng Pesisir, Tanam 1.000 Mangrove dan Lepas 100 Tukik

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:44 WIB

Saksi Ahli Terdakwa Tegaskan Fraud Bisa Diproses Hukum Meski Kerugian Kecil

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:40 WIB

Saksi Ahli yang Dihadirkan Terdakwa Justru Perkuat Dakwaan Jaksa dalam Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Pupuk

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:19 WIB

Tambang Batu Bara Ilegal Kembali Jadi Sorotan, Diduga Akibatkan Sungai Lemau Tercemar

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:44 WIB

KH ES Mubarok Hipnotis Ribuan Jamaah di Bengkulu Tengah, Pesan Persatuan Untuk Kemajuan

Berita Terbaru