BENGKULU – Operasi penyelamatan KM Prima Sentosa yang mengalami kebakaran di perairan Bengkulu berakhir dengan kabar melegakan. Seluruh 26 orang yang berada di atas kapal berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat.
Berdasarkan data resmi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu dalam perkembangan operasi SAR, jumlah orang di atas KM Prima Sentosa diperbarui menjadi 26 orang.
Hasil akhir operasi mencatat 26 orang selamat. Tidak ada korban meninggal dunia dan tidak ada lagi korban yang dinyatakan masih dalam pencarian.
Keberhasilan penyelamatan tersebut melibatkan dukungan berbagai unsur. Salah satunya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Bengkulu yang mengerahkan sumber daya untuk membantu proses penanganan.
Pelindo Regional 2 Bengkulu mengerahkan Kapal Tunda TB. Bunga Raflesia untuk mendukung operasi di perairan. Dari darat, Pelindo juga mendirikan posko di Kampung Bahari serta memberikan dukungan logistik selama proses evakuasi berlangsung.
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, S.H., M.H., M.Sc., mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pelindo terhadap musibah yang dialami KM Prima Sentosa.
“Kami dari Pelindo Regional 2 Bengkulu mendukung penuh proses evakuasi KM Prima Sentosa. Kami mengerahkan Kapal Tunda TB. Bunga Raflesia, mendirikan posko di Bahari serta memberikan dukungan logistik untuk membantu proses evakuasi,” ujar Dimas.
Dalam operasi penyelamatan, sebanyak 13 orang lebih dahulu berhasil diselamatkan oleh KM Seroja 20. Sementara 13 orang lainnya ditemukan berada di KM Prima Sentosa dan kemudian dievakuasi oleh KN 213 Bengkulu.
Selanjutnya, KN 213 Bengkulu juga mengevakuasi 13 korban yang sebelumnya berada di KM Seroja 20.
Dengan proses tersebut, seluruh 26 orang berhasil dievakuasi. Tingkat keselamatan orang di atas kapal mencapai 100 persen.
Dimas mengatakan keselamatan merupakan prioritas dalam situasi darurat. Pelindo karena itu berupaya memberikan dukungan melalui fasilitas dan sumber daya yang dimiliki.
“Selain turut prihatin atas insiden ini, Pelindo juga telah memberikan dukungan yang dibutuhkan dalam proses penanganan ini,” katanya.
Keterlibatan Pelindo menjadi bagian dari sinergi berbagai unsur dalam menangani kecelakaan KM Prima Sentosa. Dukungan dilakukan secara bersamaan dari laut maupun darat.
Di laut, TB. Bunga Raflesia dikerahkan untuk membantu operasi. Sedangkan di darat, posko dan dukungan logistik disiapkan untuk menunjang kebutuhan selama proses penanganan.
Pelindo Regional 2 Bengkulu menegaskan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam mendukung penanganan kecelakaan tersebut hingga seluruh rangkaian proses evakuasi selesai.
Berhasil diselamatkannya seluruh 26 orang menjadi hasil terpenting dari operasi tersebut. Di tengah musibah kebakaran kapal, sinergi dan respons cepat berbagai pihak membantu memastikan tidak ada korban jiwa maupun orang yang masih hilang.









