Longsor Putuskan Akses Lebong Utara–Pinang Belapis, TNI dan Warga Buka Jalan Secara Gotong Royong

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBONG – Akses jalan utama penghubung Kecamatan Lebong Utara dan Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, sempat lumpuh total akibat tertimbun material longsor, Minggu (4/4/2026). Longsoran tanah yang terjadi di Desa Tambang Sawah itu dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hingga siang hari.

Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Aktivitas warga terganggu, sementara jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan dua kecamatan.

Merespons kondisi darurat tersebut, personel TNI dari Kodim 0409/Rejang Lebong melalui Koramil 409-01/Lebong Utara bergerak cepat turun ke lokasi. Dipimpin langsung oleh Danramil Kapten Inf Efrizal Antoni, aparat TNI bersama perangkat desa dan masyarakat setempat melakukan pembersihan material longsor secara manual.

Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu menyingkirkan tanah, batu, dan ranting yang menutup badan jalan. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap mengingat kondisi medan yang cukup sulit serta material longsor yang cukup tebal.

Berkat semangat gotong royong yang kuat, akses jalan yang sebelumnya tertutup total kini sudah bisa dilalui kembali, meski masih diberlakukan sistem buka-tutup atau bergantian bagi kendaraan yang melintas. Kondisi tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, mengingat sebagian badan jalan masih licin dan rawan longsor susulan.

Baca Juga :  Kuasa Hukum: Kerugian Negara dan Lingkungan Seharusnya Tanggung Jawab PT RSM, Bukan Kontraktor

Meski akses telah terbuka, keterbatasan alat berat menjadi kendala utama dalam mempercepat penanganan secara maksimal. Oleh karena itu, koordinasi terus dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendatangkan peralatan yang lebih memadai.

Selain pembersihan di titik longsor, aparat bersama warga juga melakukan penanganan di sejumlah titik lain yang terdampak banjir, termasuk membersihkan jembatan yang sempat tertutup material. Saat ini, jalur tersebut sudah kembali normal dan dapat dilalui masyarakat.

Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen dalam membantu penanganan bencana.

“Kami selalu siap hadir membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti ini. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah Korupsi Sejak Awal, Inspektorat Bengkulu Fokus Pengawasan Perencanaan

Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak dalam proses evakuasi dan pemulihan menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih kuat terjaga di tengah masyarakat. Hal ini juga menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Kehadiran TNI di lokasi bencana tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat yang terdampak. Kolaborasi antara aparat dan warga dinilai mampu mempercepat proses pemulihan sekaligus memperkuat solidaritas sosial.

Ke depan, diharapkan penanganan lanjutan dapat segera dilakukan secara optimal, terutama dengan dukungan alat berat agar pembersihan material longsor bisa diselesaikan secara menyeluruh. Pemerintah daerah juga diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi berpotensi memicu bencana serupa.

Dengan penanganan cepat dan kerja sama lintas pihak, akses infrastruktur di wilayah terdampak diharapkan dapat segera pulih sepenuhnya. Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam peristiwa ini menjadi cerminan kekuatan masyarakat dalam menghadapi situasi sulit.

Berita Terkait

Pemkab Bengkulu Tengah Perkuat Benteng Pesisir, Tanam 1.000 Mangrove dan Lepas 100 Tukik
Saksi Ahli Terdakwa Tegaskan Fraud Bisa Diproses Hukum Meski Kerugian Kecil
Saksi Ahli yang Dihadirkan Terdakwa Justru Perkuat Dakwaan Jaksa dalam Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Pupuk
Tambang Batu Bara Ilegal Kembali Jadi Sorotan, Diduga Akibatkan Sungai Lemau Tercemar
KH ES Mubarok Hipnotis Ribuan Jamaah di Bengkulu Tengah, Pesan Persatuan Untuk Kemajuan
Kehadiran KH ES Mubarok Jadi Kado Spiritual HUT Bengkulu Tengah ke-18
Sadesahe dan Sriduri, Warisan Program Sosial Mardiyono untuk Bengkulu
PHRI Bengkulu Bangkit dari Masa Vakum, Musda VI Jadi Langkah Awal Perkuat Industri Pariwisata
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:05 WIB

Pemkab Bengkulu Tengah Perkuat Benteng Pesisir, Tanam 1.000 Mangrove dan Lepas 100 Tukik

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:44 WIB

Saksi Ahli Terdakwa Tegaskan Fraud Bisa Diproses Hukum Meski Kerugian Kecil

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:40 WIB

Saksi Ahli yang Dihadirkan Terdakwa Justru Perkuat Dakwaan Jaksa dalam Kasus Dugaan Penggelapan Dana CV Pupuk

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:19 WIB

Tambang Batu Bara Ilegal Kembali Jadi Sorotan, Diduga Akibatkan Sungai Lemau Tercemar

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:44 WIB

KH ES Mubarok Hipnotis Ribuan Jamaah di Bengkulu Tengah, Pesan Persatuan Untuk Kemajuan

Berita Terbaru